Sistem Digital Silvia X-Star Mengatur Penggunaan BBM Petani di Kabupaten Takalar
Di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, suasana terlihat cukup ramai. Sejumlah petani tampak antre untuk mengurus administrasi terkait penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk alat pertanian mereka. Proses ini dilakukan melalui sistem aplikasi berbasis digital yang disebut Silvia X-Star. Aplikasi ini menjadi salah satu inovasi terbaru dalam pengelolaan BBM bagi petani.
Peran Dinas Pertanian dalam Pengaturan BBM
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Muh Ilham Daeng Siala, menjelaskan bahwa penentuan volume BBM bagi petani tidak dilakukan secara manual oleh instansi. Semua proses kini sepenuhnya mengacu pada perhitungan otomatis dalam aplikasi Silvia X-Star. Dinas hanya bertugas melakukan input data teknis alat pertanian yang digunakan oleh petani, tanpa memiliki kewenangan menentukan besaran kuota BBM.
“Jadi kalau terkait pembatasan BBM itu, kami di Dinas sesuai dengan aplikasi Silvia X-Star. Jadi bukan Dinas yang menjadi penentu bahwasanya petani ini mendapat jatah Solar atau Pertalite, tapi aplikasi Silvia X-Star,” jelas Ilham.
Cara Kerja Aplikasi Silvia X-Star
Aplikasi Silvia X-Star bekerja dengan memperhitungkan spesifikasi alat pertanian yang digunakan oleh petani. Contohnya, mesin pompa air dengan kapasitas 3 inci dan tenaga 5 Horse Power (HP), yang digunakan selama 12 jam per hari dalam 26 hari kerja, akan langsung menghasilkan jumlah kebutuhan BBM dalam sistem. Ketika data dimasukkan, aplikasi akan secara otomatis menghitung dan menampilkan volume BBM yang direkomendasikan sesuai kebutuhan alat tersebut.
Ilham menjelaskan bahwa rekomendasi volume BBM dari aplikasi bukan berarti harus diambil seluruhnya oleh petani. SPBU yang akan menentukan seberapa banyak BBM yang diberikan kepada petani. Namun, sistem tetap memiliki mekanisme kontrol untuk memastikan distribusi tidak melebihi batas yang telah ditentukan oleh aplikasi.
Faktor Utama Penentu Volume BBM
Menurut Ilham, faktor utama penentu volume BBM adalah spesifikasi alat, khususnya kapasitas mesin atau Horse Power (HP). “Intinya semakin banyak itu karena semakin besar HP-nya,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa luas lahan tidak menjadi variabel dalam penentuan volume BBM di aplikasi Silvia X-Star.
Pengalaman Petani
Salah satu petani asal Malewaya, Kelurahan Malewang, Muh Nasir Daeng Rewa (71), mengaku telah mengurus barcode untuk kebutuhan BBM alat pertaniannya. Ia menggunakan traktor roda empat jenis Harvia dengan kebutuhan solar mencapai 2.787 liter. “Sudah saya urus barcode-ku untuk traktor roda empat, kebutuhannya itu sekitar 2.787 liter solar. Jadi tinggal ikut aturan di aplikasi sama pengambilan di SPBU,” ujar Nasir.
Nasir menilai sistem barcode melalui aplikasi Silvia X-Star cukup membantu petani dalam mendapatkan BBM sesuai kebutuhan alat. “Menurut saya bagus ini sistem, karena jelas hitungannya. Tidak asal-asalan, sesuai kebutuhan mesin,” tambahnya.
Evaluasi dan Tren Penggunaan BBM
Ilham mengakui bahwa pihaknya belum dapat memberikan evaluasi terkait tren peningkatan penggunaan BBM per musim. Hal itu dikarenakan sistem ini baru berjalan efektif dalam dua pekan terakhir. “Kalau karena kami baru dua minggu ini menangani, kami belum bisa memberikan komentar karena belum ada hasil dari yang kita keluarkan,” ujarnya.
Namun demikian, ia memastikan bahwa sistem ini dirancang untuk memberikan transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi BBM bagi petani. Sejak diluncurkan pada 18 Maret 2026, tercatat sebanyak 1.002 petani di Kabupaten Takalar telah berhasil mendapatkan barcode sebagai syarat penebusan BBM. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran petani terhadap sistem digital ini.
Harapan Pemerintah Kabupaten Takalar
Pemerintah Kabupaten Takalar berharap penerapan aplikasi Silvia X-Star dapat mencegah penyalahgunaan BBM sekaligus memastikan distribusi tepat sasaran. Selain itu, sistem ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan BBM di sektor pertanian. Dengan mekanisme berbasis data teknis, kebutuhan energi petani dapat dihitung lebih akurat dan adil.











