"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Halmahera Tengah Stabil, Polisi Ajak Warga Pengungsi Kembali ke Rumah

Situasi di Perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo Kini Terkendali

Situasi di perbatasan antara Desa Banemo dan Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, kini telah terkendali setelah sempat terjadi bentrok antarwarga. Kejadian ini berawal dari ditemukannya jasad seorang kakek bernama Ali Abas (65) yang merupakan warga Desa Banemo, di kebun milik Desa Sibenpopo pada Kamis (2/4/2026). Keluarga korban curiga bahwa Ali Abas meninggal akibat pembunuhan karena terdapat luka diduga berasal dari benda tajam.

Beberapa jam setelah penemuan jasad tersebut, dua kelompok warga saling menyerang menggunakan senjata tajam seperti parang, tombak, hingga senapan angin. Bentrok berlangsung sejak Jumat (3/4/2026) pagi dan memuncak pada siang hari. Aparat gabungan dari Polres Halmahera Tengah dan TNI dari Kodim 1512 Weda dikerahkan untuk membubarkan bentrokan. Namun, situasi sempat sulit dikendalikan karena emosi massa yang tinggi.

Untuk mengendalikan situasi, Polda Maluku Utara pun menurunkan personel dari Brimob dan Direktorat Samapta ke lokasi bentrok. Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Stephen M Napiun, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih mengusut penyebab kematian korban. Ia juga langsung bergerak ke lokasi bentrok setelah mengetahui insiden tersebut.

Selain Wakapolda Malut, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe bersama Komandan Korem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin dan Bupati Halmahera Tengah Dr Ir Ikram M Sangadji telah tiba di Kecamatan Patani. Mereka telah menemui sejumlah warga yang terlibat kerusuhan dan memediasi agar kerusuhan tidak berlanjut.

Pendekatan Persuasif untuk Menenangkan Warga

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah turun ke lokasi bentrok untuk memediasi warga, mendorong dialog, serta mengajak masyarakat yang sempat mengungsi ke hutan untuk kembali ke rumahnya. Kendati situasi telah terkendali, sebanyak 250 personel gabungan TNI dan Polri masih disiagakan di titik-titik rawan untuk mencegah bentrok berlanjut.

Aparat juga melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang sempat mengungsi ke hutan agar kembali ke rumah masing-masing karena kondisi dinilai sudah terkendali. Hal ini dilakukan guna menjaga stabilitas wilayah dan memastikan bahwa penanganan situasi berjalan secara tenang, terukur, dan berimbang.

Penyelesaian Melalui Dialog dan Pengambilan Langkah Hukum

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengaku telah menerima laporan berkaitan dengan bentrok antarwarga di Halmahera Tengah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Malut mendorong penyelesaian melalui pendekatan dialogis serta penegakan hukum yang adil. Sherly Laos menekankan bahwa setiap persoalan pada dasarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati.

Ia juga mendorong keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah dalam membangun kembali kepercayaan antarwarga. Menurutnya, kehadiran pemerintah dan aparat di lapangan merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas sekaligus memastikan bahwa penanganan situasi berjalan secara tenang, terukur, dan berimbang.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat tetap bijak menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi.

Status Terkini dan Upaya Pemulihan

Situasi di perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Sabtu (4/4/2026) berangsur terkendali. Dua kelompok warga yang sempat bertikai pada Jumat (3/4/2026) pagi hingga siang, kini telah mengakhiri saling serang. Meskipun demikian, sebanyak 250 polisi dan TNI masih disiagakan di beberapa titik rawan untuk mencegah bentrok berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *