Situasi Banjir di Kabupaten Demak yang Mulai Surut
Genangan air yang sempat menggenangi pemukiman warga di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, kini mulai surut secara signifikan. Meskipun demikian, masih terdapat tiga desa yang terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 5-10 cm. Wilayah-wilayah tersebut adalah Desa Trimulyo, Sidoharjo, dan Desa Tlogorejo.
Sejumlah pengungsi yang sebelumnya mencapai 2.867 jiwa kini telah berkurang drastis. Saat ini hanya tersisa 12 orang pengungsi yang tinggal di Madrasah Diniyah Desa Sindon. Sebelumnya, banjir melanda 10 desa di empat kecamatan dengan jumlah pengungsi mencapai 13.000 jiwa. Namun, kini angka tersebut turun menjadi 8.000 jiwa.
Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang menyebabkan limpasan air dari beberapa sungai. Genangan air sempat mencapai ketinggian hingga 1,5 meter, namun kini telah berangsur turun hingga 70 sentimeter. Warga yang kembali ke rumah mereka kini harus mandiri dalam membersihkan sisa lumpur tebal setinggi 30 hingga 50 cm tanpa bantuan alat berat.
Upaya Pembersihan yang Dilakukan Warga
Di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, warga tampak melakukan gotong royong membersihkan lumpur dan material sisa banjir. Tidak ada bantuan dari pihak instansi sipil atau alat berat yang membantu proses pembersihan ini.
Husen (27) mengatakan bahwa aktivitas utama warga saat ini adalah bersih-bersih rumah. Ia mengaku kewalahan membersihkan lumpur yang menyisakan sedimen setinggi lutut dari dalam rumah. Untuk membantu proses pembersihan, ia memanfaatkan mesin pompa mini yang biasanya digunakan untuk pengairan sawah.
“Rumah saya sekitar 30 senti, (halaman) kurang lebih 50 senti,” ujarnya. Meski rumahnya tidak rusak, ia merasa bersyukur karena kondisi rumah tetangganya lebih parah.
Ahmad juga mengungkapkan pengalamannya membersihkan lantai rumah dari lumpur setelah terbebas dari banjir. Ia dibantu oleh anak dan istri dalam proses pembersihan tersebut. “Sementeran pas Jumat, itu sana masih ada (bekasnya),” kata Ahmad sembari menunjuk dinding bekas banjir.
Kebutuhan Mendesak Warga Terdampak
Meskipun genangan air mulai surut, warga terdampak masih membutuhkan bantuan pemulihan aliran listrik dan pasokan air bersih. Saat ini, banyak area yang masih mengalami mati listrik dan air yang terganggu. Mereka berharap adanya bantuan segera agar dapat mempermudah aktivitas sehari-hari.
Prioritas utama saat ini adalah memastikan akses ke air bersih dan listrik yang stabil. Selain itu, perlu adanya bantuan logistik dan perlengkapan pembersihan agar proses pemulihan bisa lebih cepat dan efisien.
Perkembangan Terkini
Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, menyampaikan bahwa situasi banjir terkini berangsur surut. Meskipun tiga desa masih terdampak, jumlah pengungsi telah berkurang secara signifikan. Ia juga menjelaskan bahwa ketinggian air di Desa Trimulyo berkisar antara 5 hingga 10 cm.
Dengan situasi yang mulai membaik, warga terdampak berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan lembaga terkait agar dapat segera pulih sepenuhnya.











