Bali, Ikon Wisata Global yang Tidak Tergantikan
Bali tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit bagi para pelancong dari berbagai belahan dunia, tetapi juga menjadi ikon wisata global yang diakui secara internasional. Hal ini ditegaskan kembali oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, saat berbicara kepada jurnalis Rusia untuk kawasan Asia Pasifik, Rossiya Segodnya.
Menurut Koster, Bali adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang mampu menempati posisi sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Keunggulan ini dibuktikan dengan angka-angka yang signifikan. Pada tahun 2024, sektor pariwisata menyumbang sebesar 66 persen terhadap perekonomian Bali. Selain itu, peran Bali dalam skala nasional sangat penting karena berhasil memasok 53,6 persen dari total devisa pariwisata Indonesia.
Pada tahun 2025, Bali mampu menarik jumlah turis asing sebanyak 7,05 juta orang, yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 6,3 juta orang. Dari sini, Koster menekankan bahwa ekonomi Bali benar-benar ditentukan oleh sektor pariwisata. Oleh karena itu, pariwisata Bali harus dikelola dengan basis budaya, berkualitas, dan bermartabat.
Sejarah Kehadiran Wisatawan di Bali
Koster menjelaskan bahwa awal munculnya pariwisata Bali disebabkan oleh ketertarikan masyarakat dunia terhadap kebudayaan Bali. Perkembangan ini dimulai sejak tahun 1963. Awalnya, orang-orang dari berbagai negara sangat tertarik untuk melihat budaya Bali. Terutama aktivitas masyarakat Bali di Ubud dan Gianyar, yang menampilkan seni tari, gamelan, lukis, dan pahat dengan produk budaya khas Bali.
Dari sana, orang asing yang berkunjung ke Ubud mulai menceritakan kekayaan seni dan budaya Bali ke berbagai negara. Dari cerita tersebut, semakin banyak masyarakat dunia yang datang ke Bali dan bahkan menginap di rumah-rumah warga. Mereka menyatu dengan kehidupan masyarakat Bali, dan hal ini terus berkembang hingga saat ini.
Keunikan Bali yang Harus Dipertahankan
Bali tidak hanya memiliki kekayaan seni dan budaya serta adat istiadat, tetapi juga memiliki keindahan alam dan keramahan masyarakat yang luar biasa. Politikus asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini menegaskan bahwa pariwisata tidak bisa lepas dari budaya Bali. Budaya inilah yang menjadikan pariwisata Bali berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian.
Oleh karena itu, Koster menegaskan bahwa budaya Bali harus dijaga. Untuk menjaga pariwisata Bali yang berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat, Gubernur Koster telah mengeluarkan beberapa kebijakan strategis. Salah satunya adalah menerbitkan Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali.
Selain itu, terdapat Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Tatanan Baru Bagi Wisatawan Mancanegara Selama Berada di Bali, yang dikenal dengan aturan Do and Don’t bagi wisatawan mancanegara di Bali.
Bali, Milik Dunia yang Harus Dirawat Bersama
Koster berharap Rossiya Segodnya dapat mengajak turis Rusia, khususnya untuk berlibur ke Bali sembari menjaga dan mencintai Bali secara bersama-sama. Menurutnya, ke Bali bukan semata-mata untuk berlibur saja, tetapi juga harus ikut menjaga dan mencintai Bali, karena Bali ini milik dunia yang harus dirawat secara bersama-sama.
“Jika tidak menjaganya dengan baik, dunia tidak akan mempunyai Bali lagi yang sangat menarik. Ibaratkan gadis cantik, dia harus tetap cantik, walau perkembangan zaman, tetapi keorisinilan Bali tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.











