"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Proyek strategis Papua Selatan butuh dukungan masyarakat

Gubernur Papua Selatan Ajak Masyarakat Dukung Proyek Strategis Nasional

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sedang berjalan di wilayahnya. Proyek ini berkaitan dengan agenda ketahanan pangan dan energi yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Di tengah dinamika pembangunan di Papua, isu ini kembali menjadi perbincangan setelah muncul polemik terkait film dokumenter Pig Feast.

Pemerintah daerah Papua Selatan menilai dukungan publik sangat penting agar program pembangunan yang dicanangkan pemerintah pusat dapat berjalan optimal serta memberi manfaat bagi masyarakat setempat. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Apolo Safanpo saat melanjutkan rangkaian Safari Ramadan di Kabupaten Mappi. Ia menegaskan bahwa sejumlah proyek pembangunan yang sedang dilaksanakan merupakan bagian dari kebijakan strategis negara.

“Mari kita sama-sama dukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang merupakan kebijakan negara,” ujar Apolo dalam keterangannya. Menurutnya, pemerintah pusat saat ini menetapkan dua agenda prioritas pembangunan nasional, yakni ketahanan pangan dan ketahanan energi. Papua Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat mandat untuk mendukung kedua program tersebut melalui sejumlah proyek pembangunan yang sedang berlangsung.

Apolo menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pelaksanaan proyek strategis tersebut dapat berjalan lancar sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Ia juga mengaitkan pembangunan tersebut dengan target pembangunan nasional jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, yang salah satu fokusnya adalah mewujudkan kemandirian pangan dan energi nasional.

Pembangunan di Papua dan Peran Energi Nasional

Selain pemerintah daerah, sejumlah pengamat menilai penguatan energi berbasis sumber daya domestik menjadi langkah strategis di tengah dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia. Influencer sekaligus pakar komunikasi sosial politik Putra Aji Sujati menilai penguatan sektor energi nasional menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

“Kali ini gue mau bahas sawit, ya sawit tapi dalam konteks perang Iran, Amerika, Israel. Ketika Selat Hormuz ditutup gara-gara konflik ini, Pak Prabowo Subianto justru sudah punya kartu AS buat menyelamatkan ekonomi kita lewat sawit,” kata Putra. Ia menjelaskan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Gangguan pada jalur tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi global.

“Makanya program B50 di tahun 2026 itu sebenarnya krusial banget,” ujarnya. Menurut Putra, pengembangan energi nasional di berbagai daerah, termasuk Papua, perlu dipahami sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Film Dokumenter “Pig Feast” dan Dampaknya pada Pembangunan Papua

Di sisi lain, pembahasan mengenai pembangunan di Papua juga tengah menjadi perbincangan publik menyusul beredarnya film dokumenter berjudul Pig Feast. Film tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak yang menilai narasi di dalamnya menggambarkan pembangunan di Papua secara negatif, terutama terkait pemanfaatan sumber daya alam dan pengembangan energi.

Sebagian kalangan menilai narasi dalam film tersebut berpotensi memunculkan persepsi yang berbeda di masyarakat mengenai berbagai proyek pembangunan yang saat ini tengah berjalan di wilayah Papua.

PSN Merauke dan Keterlibatan Warga Lokal

Salah satu proyek strategis yang sedang berjalan adalah PSN Merauke. Proyek ini mulai melibatkan warga Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Papua Selatan, sebagai pekerja lokal. Kehadiran proyek ini membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses dan fasilitas.

Perwakilan Tim Proyek Wanam, Gawang Kurniawan, menegaskan keterlibatan masyarakat lokal menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan PSN Merauke. Ia menyebut pekerja lokal pasti dilibatkan karena proyek harus bersinergi dengan masyarakat dan marga-marga yang ada.

“Untuk pekerja lokal kami pasti ada, karena kita tahu harus bersinergi dengan masyarakat yang ada. Kita harus memakai atau melibatkan dari masyarakat-masyarakat tersebut, dari marga-marga yang ada. Nanti mungkin kita bisa diskusi juga dengan masyarakat yang ada di sini,” ujar Gawang dalam keteranganya, dikutip Senin (9/2/2026).

Kepala Kampung Wanam, Kosmas Serilius, mengatakan sebagian dari 743 jiwa penduduk sudah bekerja di proyek. Ia berharap peluang itu terus terbuka, terutama bagi pemuda kampung yang ke depan diharapkan semakin banyak terlibat.

Salah satu warga, Paul Tinus (29), telah bekerja di PSN Merauke selama dua tahun. Ia tinggal bersama istri dan dua anak di rumah papan sederhana, dan menyebut penghasilan bulanan dari proyek membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Sebelumnya Paul bekerja sebagai pelaut dan harus meninggalkan keluarga dalam waktu lama, namun kini ia bisa tetap dekat rumah sambil mencari nafkah.

Pengembangan kawasan pangan berskala besar di Wanam dilakukan melalui penugasan negara dengan melibatkan mitra swasta. Pemerintah menggandeng sejumlah pihak untuk memastikan target pengembangan kawasan pangan nasional berjalan sesuai rencana.

Salah satu mitra adalah Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Ia menegaskan keterlibatannya sebagai bagian dari tugas negara untuk mendukung pembukaan lahan seluas 1 juta hektare.

“Bagaimanapun caranya, agar satu juta hektare bisa terealisasi, dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi,” ujarnya, Kamis (1/8/2024). Dengan melibatkan warga lokal, proyek ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kampung Wanam sekaligus mendukung target pengembangan kawasan pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *