"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Kuota ST015 Ludes Rp9,25 Triliun, Dapatkan Income Pasif di Atas Bunga Deposito, Minimal 5,45% Sebelum 3 Desember

Masa Penawaran ST015 Masih Tersisa, Kuota Terus Menipis

Masa penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri ST015 masih tersisa delapan hari lagi sebelum ditutup pada 3 Desember 2025. Meskipun Pemerintah telah menambah alokasi sebesar Rp2 triliun, sehingga total kuota menjadi Rp12 triliun, kuota yang tersisa kian menipis.

Berdasarkan pantauan dari salah satu mitra distribusi, Bibit.Id, hingga Selasa, 25 November 2025, pukul 09.05, untuk seri bertenor pendek dengan masa jatuh tempo 2 tahun, yaitu ST015T2, yang menawarkan return minimal 5,20 persen per tahun, kuota yang tersisa tinggal 14,1 persen atau senilai Rp1,12 triliun dari kuota yang tersedia sebesar Rp8 triliun.

Artinya, ST015T2 telah ludes dipesan sekitar Rp6,87 triliun selama 15 hari semenjak masa penawaran dibuka pada 10 November 2025.

Dalam saat bersamaan, seri ST015T4 yang bertenor lebih panjang, 4 tahun dengan imbal hasil minimal 5,45 persen per tahun, telah dipesan sebesar 59,70 persen atau senilai Rp2,38 triliun, dengan sisa kuota sebesar Rp1,13 triliun.

Secara keseluruhan, nilai pemesanan ST015 telah mencapai Rp9,25 triliun atau setara 77,08 persen dari kuota Rp12 triliun yang ditetapkan Pemerintah.

Laju Pemesanan SBN Ritel Cepat, Kondisi Serupa Dengan Sebelumnya

Laju pemesanan Surat Berharga Negara (SBN) ritel terakhir yang diterbitkan tahun 2025 ini terbilang cukup cepat, dan seperti pola pemesanan seri-seri SBN ritel sebelumnya, biasanya mendekati akhir masa penawaran, maka laju pemesanannya akan semakin cepat.

Minat investor untuk menanamkan uangnya di instrumen investasi yang diterbitkan Negara ini begitu tinggi, mengingat imbal hasil yang ditawarkan cukup kompetitif.

Para analis keuangan dan ekonom menyatakan bahwa suku bunga acuan Bank Indonesia yang menjadi jangkar penetapan return instrumen investasi kontraktual seperti SBN ritel sedang dalam tren menurun, dan diprediksi bakal terus berlanjut hingga tahun 2027 mendatang.

Sehingga pada saatnya, jika prediksi itu benar, return ST015 yang sebesar itu sangat mungkin ke depannya akan menjadi yang tertinggi.

Return Jauh Lebih Tinggi Dari Deposito, Bisa Menjadi Passive Income Bulanan

Untuk saat ini, jika dibandingkan dengan rata-rata bunga deposito di bank-bank nasional yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang kini berada di angka 3,5 persen, return yang ditawarkan oleh ST015 jauh lebih tinggi.

Apalagi, pajak atas imbal hasil ST015 hanya 10 persen, lebih rendah dibandingkan pajak atas bunga deposito yang sebesar 20 persen, sehingga keuntungan yang diterima oleh investor terasa lebih optimal.

Nett return SBN ST015 bahkan menjadi 67 persen lebih tinggi dibandingkan bunga deposito.

Return ini akan otomatis masuk ke rekening pada tanggal 10 secara rutin setiap bulan. Ini adalah bukti nyata bahwa uang bekerja, karena modal yang diinvestasikan menghasilkan keuntungan rutin, sehingga ST015 bisa dikategorikan sebagai passive income.

Dengan kupon minimum 5,20 persen per tahun untuk ST015T2 (tenor 2 tahun) dan 5,45 persen per tahun untuk ST015T4 (tenor 4 tahun).

Maka investor, berdasarkan perhitungan simulasi passive income ST015, untuk setiap investasi sebesar Rp10 juta, setelah dipotong pajak akan mengantongi passive income sebesar Rp38.997 untuk ST015T2 dan Rp40.878 untuk ST015T4.

Karakteristik Floating with Floor, Dengan Fitur Tambahan Early Redemption

Terlebih lagi, ST015 memiliki karakteristik utama “floating with floor” (mengambang dengan batas bawah), yang artinya sekalipun di kemudian hari suku bunga acuan BI dipangkas, return ST015 tak akan ikut turun di bawah batas minimal.

Spread-nya akan tetap terjaga antara 0,45-0,70 persen di atas BI-Rate. Berbeda, kalau misalnya BI-Rate naik, maka return ST015 bakal ikut terkerek naik.

Memang sih, ST015 tak dapat diperdagangkan kembali di pasar sekunder (non-tradeable). Namun, untuk menjaga fleksibilitasnya, Pemerintah telah menyiapkan fitur tambahan yang disebut Early Redemption, yang memungkinkan pencairan sebagian sebelum masa jatuh temponya tiba.

Namun, tak semuanya bisa dicairkan, maksimal 50 persen dari nilai investasinya. Waktunya pun diatur, paling cepat 1 tahun setelah investor memegang ST015T2, dan 2 tahun untuk investor ST015T4.

Manfaat ST015 Bagi Setiap WNI dan Pembangunan Nasional

Selain itu, dengan minimum pemesanan yang sangat terjangkau, hanya Rp1 juta, ST015 bisa disebut sebagai instrumen yang turut mendemokratisasi investasi, yang artinya menumbuhkan inklusivitas keuangan.

Instrumen ini sedari awal memang dirancang khusus untuk memfasilitasi setiap lapisan masyarakat, mulai dari pelajar yang ingin belajar menabung, ASN yang mengelola gaji, para pekerja formal, pelaku UMKM, hingga keluarga muda yang sedang menata perencanaan finansial.

ST015 bukan hanya ramah pemula dan minim risiko, tetapi juga berpotensi besar untuk menumbuhkan budaya investasi yang sehat di kalangan generasi muda.

Ketersediaannya melalui berbagai platform distribusi digital, seperti fintech, aplikasi perbankan, dan perusahaan sekuritas, semakin memperluas jangkauan edukasi dan kesempatan berinvestasi.

Apalagi platform yang membantu memasarkan SBN ritel atau biasa disebut mitra distribusi, kerap menawarkan keuntungan tambahan berupa pembebasan biaya administrasi, bahkan cashback dengan jumlah cukup menggiurkan.

Di luar urusan cuan, salah satu nilai tambah penting dari ST015 adalah perannya dalam pembangunan nasional.

Dana yang dihimpun dari penerbitan ini dialokasikan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, yang bakal digunakan untuk mendanai sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, riset, dan berbagai infrastruktur pelayanan publik.

Dengan waktu penawaran yang kian sempit dan kuota yang terus menipis, inilah momen terbaik untuk berinvestasi di ST015 dan menjadi bagian dari pembangunan nasional sambil mengamankan passive income.

Segera pesan sebelum 3 Desember 2025 di mitra distribusi yang telah bekerjasama dengan Kementerian Keuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *