Polemik Tiket Kapal Roro di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur Batam
Polemik terkait tiket kapal roro kembali muncul di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam, menjelang mudik Lebaran 2026. Kondisi ini menimbulkan ketegangan antara para pemudik dan pihak pelabuhan, khususnya karena kesulitan dalam mendapatkan tiket melalui sistem resmi.
Seorang ibu rumah tangga yang hanya dikenal dengan nama Wisnu datang bersama suaminya ke pelabuhan untuk mencari kepastian tiket menuju Kuala Tungkal, Jambi. Namun, setelah berulang kali mencoba membeli tiket secara resmi melalui aplikasi Ferizy.com, ia mengaku tidak menemukan ketersediaan tiket. Hal ini membuatnya merasa frustrasi dan akhirnya pergi ke posko terpadu pelabuhan.
Di posko tersebut, Wisnu mempertanyakan keberadaan petugas yang dinilai tidak memberikan solusi. Ia menyampaikan keluhannya dengan nada tinggi, “Jadi kalian ini ngapain di sini? Di atas sana dekat Indomaret orang jual tiket. Tapi di aplikasi tidak ada.” Ia juga bertanya, “Kami yang tidak mau lewat calo harus beli tiket di mana?”
Setelah tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, Wisnu meninggalkan posko dan langsung menuju kantor ASDP Indonesia Ferry yang berada di area pelabuhan. Di sana, ia kembali mencari petugas dan meminta bertemu pimpinan pelabuhan untuk menyampaikan keluhan secara langsung.
Wisnu mengaku sangat membutuhkan tiket karena suaminya harus segera berangkat bekerja. “Suami saya kerja di Pelindo. Kami mau berangkat ke Kuala Tungkal besok, tapi tiket tidak ada,” katanya.
Berdasarkan penelusuran di sekitar pelabuhan pada Sabtu (14/3/2026), penjualan tiket kapal roro ternyata marak terjadi di luar area pelabuhan, tepatnya di sekitar minimarket dekat pintu masuk pelabuhan. Beberapa agen terlihat menawarkan tiket khusus penumpang pejalan kaki kepada calon pemudik. Mereka mengaku sebagai agen resmi penjualan tiket kapal roro dari Pelabuhan Punggur.
Menariknya, di saat aplikasi resmi menunjukkan tiket habis, agen tersebut justru masih memiliki tiket untuk dijual kepada calon penumpang. Namun harga yang ditawarkan lebih tinggi dari tarif resmi. Tarif normal tiket kapal roro untuk penumpang pejalan kaki Batam ke Kuala Tungkal hanya Rp186 ribu. Namun di agen, tiket itu dijual dengan harga Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per orang.
Beberapa calon pemudik akhirnya tetap membeli tiket tersebut karena khawatir tidak mendapatkan tempat jika menunggu pembelian melalui aplikasi resmi. “Kalau tidak beli sekarang, nanti bisa tidak berangkat. Jadi terpaksa beli,” ujar seorang calon penumpang di lokasi.
Saat dikonfirmasi, salah satu penjual tiket mengaku merupakan agen resmi ASDP yang menjual tiket penumpang pejalan kaki. Namun mereka menyebut tidak menjual tiket kendaraan. Kondisi ini menimbulkan keluhan dari sejumlah pemudik yang merasa sistem pembelian tiket tidak transparan. Mereka mempertanyakan tiket di aplikasi sering kosong, namun di lapangan justru tersedia melalui agen dengan harga jauh lebih mahal.
Parahnya lagi, penjualan tiket itu tidak sesuai dengan nama calon penumpang yang melakukan pembelian saat itu juga. Hal ini memperkuat dugaan adanya praktik calo yang tidak terkontrol.
Terpisah, GM ASDP Batam, Reno Yulianto menegaskan tidak ada penjualan tiket oleh ASDP diluar dari aplikasi resmi Ferizy.com. “Kami tidak menjual tiket diluar dari sistem online pada aplikasi Ferizy.com,” jawabnya. “Jika anda menemukan praktik calo, lanjut silahkan dilaporkan saja,” katanya singkat.
Hingga sore ini, banyak pemudik di pelabuhan berharap mendapat tiket mudik. Mereka bahkan sengaja mendatangi pelabuhan untuk mendapat kepastian tiket mudik.











