"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Rocky Gerung: Tindakan Prabowo sebagai Bentuk Terorisme Moral

Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus dianggap sebagai Tindakan Terorisme

Presiden Prabowo Subianto akhirnya menyatakan bahwa tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus merupakan bentuk terorisme. Hal ini menunjukkan perhatian serius dari pemerintah terhadap kejadian yang menimpa korban, yang saat ini sedang menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit.

Insiden tersebut terjadi di Jakarta Pusat pada malam hari (12/3/2026), setelah Andrie selesai merekam podcast di kantor YLBHI. Ia adalah Wakil Koordinator dari KontraS yang aktif dalam isu hak asasi manusia. Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ini, Andrie dirawat di ruang High Care Unit (HCU) akibat luka bakar serius yang dialaminya.

Menurut Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, luka bakar mencapai sekitar 20 persen dan tersebar di beberapa bagian tubuh seperti wajah, leher, dada, punggung, hingga kedua lengan. Kondisi paling parah terjadi pada mata kanan akibat trauma kimia tingkat tiga yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.

Respons Presiden Prabowo terhadap Kasus Andrie Yunus

Kasus penyiraman air keras ini mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut termasuk dalam kategori terorisme dan harus segera diusut tuntas. Pernyataan ini disampaikan oleh Prabowo saat sesi tanya jawab bersama jurnalis di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!” ucap Prabowo. Ia menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan, melainkan harus mampu mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. “(Termasuk) siapa yang menyuruh, siapa yang membayar,” tambahnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa negara tidak akan menolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, termasuk terhadap aktivis yang menyuarakan kritik. Ia memastikan jika ada keterlibatan aparat dalam kasus kekerasan itu, proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu. “Ya jelas dong (kalau itu dari aparat). Tidak akan! (ada impunitas). Saya menjamin!” katanya.

Tanggapan Rocky Gerung terhadap Pernyataan Prabowo

Akademisi sekaligus pendiri Setara Institute, Rocky Gerung, turut menyoroti respons Prabowo Subianto terkait kasus yang menimpa Andrie Yunus. Ia menyampaikan rasa senang karena Presiden akhirnya menyatakan bahwa kasus ini harus diusut tuntas. Menurut Rocky, hal ini menunjukkan pembalikan moral dalam sikap pemerintah terhadap kekerasan terhadap aktivis.

“Saya senang karena Presiden Prabowo akhirnya memutuskan dengan kalimat yang enteng, usut tuntas dan sesegera mungkin, itu semacam pembalikan moral,” kata Rocky dalam program Indonesia Lawyer’s Club (ILC) di kanal YouTube tvOneNews, Kamis (19/3/2026).

Rocky Gerung juga menyampaikan harapan agar Prabowo dapat berdiri bersama masyarakat sipil untuk mencegah kekuasaan yang totaliter dan dikuasai oleh militer. Ia ingin Prabowo memahami bahwa para aktivis ingin membangun masyarakat yang berbasis pada supremacy of civilian value atau supremasi nilai-nilai sipil.

Supremasi sipil sendiri merupakan sebuah prinsip penting dalam negara demokrasi modern, di mana kekuasaan politik berada di tangan pemerintah yang dipilih secara demokratis, dan militer berada di bawah kendali otoritas sipil.

Kritik terhadap Pernyataan Prabowo

Meskipun merasa senang dengan respons Prabowo, Rocky Gerung juga menyampaikan kritik terhadap pernyataan Presiden yang beberapa kali menyebut pihak-pihak yang mengkritik pemerintah sebagai peralatan asing. Ia menegaskan bahwa masyarakat ingin memberi kesempatan kepada Prabowo untuk datang bersama masyarakat sipil, membentak mereka yang masih berupaya bermimpi tentang masyarakat yang totaliter, di mana tentara menjadi sangat eksklusif.

“Di sini saya mau kritik Presiden Prabowo bahwa kami ada di dalam tekad dan nekat untuk menghasilkan peradaban yang basisnya adalah the supremacy of civilian value. Jelas itu,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *