Banjir Akibat Cuaca Ekstrem Melanda Lima Kabupaten di Bangka Belitung
Sebanyak 138 rumah terdampak banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda lima kabupaten di Provinsi Bangka Belitung pada Jumat (9/1/2026). Wilayah yang terdampak meliputi Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat, Belitung, dan Belitung Timur. Selain rumah warga, fasilitas umum seperti jembatan, pasar, dan akses jalan juga mengalami kerusakan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung merilis data terbaru mengenai dampak bencana alam banjir dan angin kencang yang terjadi serentak di sejumlah titik strategis. Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung, Budi Utama, menjelaskan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi pada pemukiman penduduk, tetapi juga pada infrastruktur vital dan fasilitas publik.
“Dari data yang kami dapatkan dari Kabupaten, ada 138 rumah yang terdampak banjir. Lalu ada fasilitas umum seperti satu jembatan lalu ada juga pasar serta ada tiga pohon yang tumbang,” ujar Budi Utama, Sabtu (10/1/2026).
Rincian Wilayah Terdampak di 5 Kabupaten
Bencana ini melanda lima kabupaten dengan rincian dampak sebagai berikut:
-
Kabupaten Bangka Barat
Wilayah ini mencatat dampak cukup signifikan di daerah Kampung Culong, Kampung Ulu, hingga Pasar Teluk Rubiah. Tercatat sebanyak 115 jiwa dari 39 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. -
Kabupaten Bangka Tengah
Banjir merendam beberapa desa, di antaranya: - Desa Nibung
- Desa Lubuk Lingkuk
- Desa Perlang
-
Desa Kulur Ilir
-
Kabupaten Bangka Selatan
Di wilayah ini, banjir melanda Desa Tepus RT 12 RW 04 Kampung Ketiak Ulu. “Lalu untuk Kabupaten Bangka Selatan banjir melanda di Desa Tepus RT 12 RW 04 Kampung Ketiak Ulu dengan delapan rumah yang terdampak,” tutur Budi.
- Kabupaten Belitung & Belitung Timur
Selain banjir, angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang mengganggu arus lalu lintas. “Di Kabupaten Belitung terdapat angin kencang yang membuat pohon tumbang, sama dengan Kabupaten Belitung Timur pohon tumbang yang menutupi area jalan di Jalan Raya Kelapa Kampit,” ungkapnya.
Gubernur Tinjau Lokasi Banjir dan Kerahkan Alat Berat
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah, pada Sabtu (10/1/2026). Dalam kunjungannya, Gubernur memastikan penanganan cepat dengan mengerahkan empat unit ekskavator untuk mengeruk pendangkalan sungai serta menjamin suplai makanan bergizi di dapur umum bagi warga terdampak.
Kondisi banjir yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Lubuk Besar mulai surut pada Sabtu (10/1/2026). Namun, genangan dan sisa lumpur masih terlihat di pemukiman warga. Untuk mencegah banjir susulan, Gubernur Babel Hidayat Arsani mengambil langkah taktis dengan mengirimkan alat berat.
Hidayat Arsani menyebutkan bahwa pengerahan alat berat tersebut sangat mendesak karena adanya penyempitan dan pendangkalan di alur sungai. “Kami akan segera mengirim eskavator, sore ya. Empat eskavator dikirim ke sini. Supaya (penanganan) banjir ini segera diselesaikan,” ujar Hidayat Arsani saat meninjau lokasi, Sabtu (10/1/2026).
Gubernur yang didampingi Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menambahkan bahwa pengerjaan ini diharapkan selesai dalam waktu singkat. “Saya lihat di (bawah) jembatannya, di awal sana, penyempitan semua. Jadi hari ini kami akan kirim eskavator empat, untuk kerja bakti,” sebutnya.
Penyerahan Bantuan dan Cek Dapur Umum
Selain fokus pada infrastruktur, Gubernur Hidayat Arsani yang juga menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Babel memastikan aspek logistik warga terpenuhi. Di bawah rintik hujan, rombongan menyerahkan bantuan beras dan bahan pokok di lima titik lokasi. “Hari ini kunjungan saya atas nama Partai Golkar. Kami sudah ke beberapa titik, bersama seluruh pihak memberikan sembako. Hari ini ada lima titik (lokasi),” kata Hidayat Arsani.
Menariknya, saat meninjau dapur umum di posko terpadu Desa Lubuk Lingkuk, Gubernur tampak turun langsung mengecek kualitas masakan. Tanpa canggung, ia ikut memegang alat penggorengan daging ayam untuk memastikan standar gizi makanan relawan. “Hari ini posko ini kita cek dari segi makanannya. Karena saya juga diperintahkan oleh Ketua Umum, bahwa korban ini harus mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi,” ucapnya.
Komitmen Penataan Ulang Titik Banjir
Hidayat Arsani menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang melanda Bangka Belitung di awal tahun 2026 ini. Ia meminta masyarakat untuk bersabar dan berjanji akan melakukan tata ulang kawasan rawan bencana berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten. “Saya minta masyarakat sabar ya, ini musibah. Harus kita jalani, karena ini adalah takdir Allah. Nah kedepannya, dimana titik-titik banjir ini, di situ akan kami tata ulang,” tegas Hidayat Arsani.











